Teori Dasar Distilasi ( Bagian 01 ).
1. Distilasi Atmosferik
• Dilakukan pada tekanan sedikit diatas tekanan atmosfir
• Minyak dipanaskan sampai temperatur tertentu sebelum terjadi perengkahan.
• Aplikasi : Crude Distillation Unit
2. Distilasi Vakum
• Untuk minyak berat bertitik didih tinggi yang jika dipanaskan lebih lanjut pada tekanan atmosfir akan terjadi perengkahan.
• Dilakukan pada tekanan dbawah satu atmosfir (vakum).
• Aplikasi : Vacuum Unit
3. Distilasi Bertekanan
• Untuk minyak yang sudah menguap pada temperatur kamar.
• Aplikasi : Light End Unit (Debutanizer, Depropanizer, naptha splitter).
1. Distilasi TBP
• Disebut distilasi 15/5, kolom eqivalent dengan 15 tahap (plate) & perbandingan refluks 5/1.
• Derajat kemurnian relatif tinggi, setiap komponen terpisahkan dengan baik (dari komponen ringan sampai dengan komponen berat).
• Kondisi operasi, tekanan atmospferik & temperatur sampai dengan 316 oC (600 oF), kemudian dilanjutkan dengan tekanan vacum dengan tujuan mencegah perengkahan fraksi minyak yang berat.
• Volume minyak mentah 1000-5000 cc sehingga volume distilate setiap fraksi banyak dan cukup untuk analisa kualitas fraksi.
2. Distilasi ASTM atau distilasi Engler
• Derajat kemurnian relatif rendah (tidak ada kolom & refluks).
• Hasil distilasi ASTM dapat digunakan untuk menganalisa minyak mentah.
• Analisa cepat.
• Banyak digunakan untuk mengontrol operasi.
• Untuk minyak mentah dan produk – produk minyak mentah.
• Volume 100 cc.
• Tekanan atmosferik.
• Pemanasan diatur sedemikian rupa pada 5 – 10 menit diperoleh tetesan pertama, hasil dikumpulkan dengan kecepatan 4 – 5 cc per menit.
• Temperature uap tetesan pertama disebut IBP (Initial Boiling Point).
• Temperature selanjutnya dicatat setelah hasil distillate terkumpul 5 ml, 10 ml dan setiap mendapat 10 ml distilate berikutnya.
• Temperature uap maksimum pada tetesan terakhir disebut (End Point)
1. Temperatur umpan masuk kolom
Temperatur umpan mempengaruhi jumlah komponen yang teruapkan pada flash zone, bila temperatur terlalu rendah, maka akan banyak fraksi ringan yang jatuh ke produk bawah dan sebaliknya bila terlalu tinggi fraksi berat akan terikut ke atas
2. Tekanan kolom
Tekanan kolom akan berpengaruh terhadap temperatur penguapan cairan, bila tekanan kolom rendah maka temperatur yang dibutuhkan juga rendah.
3. Sifat fisik umpan
Semakin banyak fraksi berat pada umpan, maka dibutuhkan energi yang lebih besar untuk memisahkannya.
4. Refluks
Refluks berfungsi untuk menurunkan beban pendinginan pada kondensor, dengan pendinginan ini secara tidak langsung refluks mempengaruhi perolehan produk. Bila laju refluks terlalu tinggi dkhawatirkan fraksi ringan akan terikut pada fraksi di bawahnya dan begitu juga sebaliknya.





1 Comment:
He2X
part2nya mana nech,
btw ajarin conversi kurva ASTM k TBP&EFV dunks
thx
Post a Comment